Tips Pengereman saat Berkendara

Curah hujan yang meningkat kian hari membuat pengendara sepeda motor harus melalui jalan yang basah. Mengendarai sepeda motor perlu dilakukan secara hati-hati. Membutuhkan skill dan pengetahuan yang cukup agar menjaga keselamatan dan keamanan dalam perjalanan. Terutama pada jalan yang basah dan licin, dibutuhkan skill dan perhatian yang ekstra karena jalanan yang basah mengurangi daya cengkram ban pada aspal. Sehingga pengemudi perlu memperhatikan kondisi rem dan tehnik pengengereman sepeda motor dengan baik.

Sebelum berkendara, ada bagusnya bagi pengemudi untuk mengecek kondisi rem motor. Komponen rem adalah satu-satunya komponen yang dapat menurunkan kecepatan pada motor sehingga motor berhenti. Salah satu yang perlu diperhatikan kondisinya yaitu sistem pengereman. Hal ini dapat dilakukan dengan cepat dan praktis. Pemilik motor perlu memeriksa ketinggian permukaan minyak rem. Usahakan minyak rem tidak berada di garis lower dan pastikan tidak ada kebocoran atau rembes minyak rem pada jalur sistem pengereman. 

Saat mengendarai sepeda motor, ada kalanya harus mengurangi kecepatan untuk berpindah lajur, menyalip ataupun menghindari lubang di jalan. Namun, menggunakan rem pada motor tidak bisa sembarangan.

Pengguna sepeda motor kerap menganggap melakukan pengereman pasti bisa dilakukan, itu karena langkah yang dilakukan hanya menekan handle rem menggunakan jari tangan, dan menginjak pedal rem dengan telapak kaki kanan.

Teknik pengereman adalah hal utama yang perlu kuasai ketika Anda memutuskan untuk mengendarai sepeda motor.

Berikut, bagaimana teknik mengerem sepeda motor yang baik dan benar, ini tipsnya:

Jangan Menekan Rem Terlalu Keras

Jangan menekan atau menginjak tuas rem terlalu keras secara mendadak pada saat laju kendaraan sedang tinggi. Hal itu akan menyebabkan roda kendaraan slip sehingga laju motor menjadi tidak terkendali.

Jarak Pengereman

Semakin pendek jarak pengereman akan semakin baik karena semakin jauh resiko kita terhadap kemungkinan terjadinya benturan.

Rem Depan dan Belakang

Rem yang paling efektif untuk mengurangi laju motor adalah rem depan, sementara rem belakang digunakan sebagai penyeimbang.

Gunakan kedua Rem

Teknik pengereman yang benar adalah dengan menggunakan kedua rem, depan dan belakang. Tapi teknik ini memerlukan latihan yang cukup rutin.

Melatih Dasar Pengereman

Dalam latihan, cobalah untuk melaju dengan kecepatan tertentu. Untuk awal, 40 km/jam cukup untuk membantu melatih teknik dasar pengereman.

Melepas Putaran Gas

Pada saat mengerem, hal pertama yang harus dilakukan adalah melepaskan putaran gas. Lalu tarik tuas rem depan dengan cara diremas. Pada saat yang bersamaan juga kaki menginjak rem belakang sebagai penyeimbang.

Motor Berdiri Tegak

Pastikan keadaan sepeda motor tegak sehingga resiko tergelincir bisa diminimalisir.

Gunakan Feeling yang Terlatih

Perlu diingat bahwa jangan memaksakan diri untuk menggunakan rem depan sekuat-kuatnya dalam awal awal latihan. Feeling dalam meremas tuas rem dengan optimal hanya bisa diperoleh lewat latihan yang berulang-ulang.